Keranjang Lihat Sekarang

    Home > Blog > Arsitektur Kontemporer

    Arsitektur Kontemporer | 8 Ciri-Ciri Desain Plus Contohnya

    Pernahkah Anda pergi ke kota besar dan melihat gaya bangunan yang tidak biasa? Bisa jadi, bangunan tersebut menerapkan desain arsitektur kontemporer. Sesuai namanya, arsitektur kontemporer adalah gaya bangunan futuristik yang berkiblat pada desain masa depan.

    Di penjuru dunia ini, ada banyak bangunan publik maupun gedung perkantoran yang menerapkan konsep arsitektur kontemporer. Biasanya, bangunan tersebut mempunyai beberapa ciri khusus. Apa saja? Simak ulasan dan contohnya berikut ini.

    Pengertian Arsitektur Kontemporer

    Berfokus pada gaya desain abad ke-21, arsitektur kontemporer adalah gabungan dari beragam konsep arsitektur yang telah ada. Arsitektur kontemporer adalah desain yang menggabungkan teknologi canggih dengan bahan konstruksi mutakhir. 

    Gaya kontemporer diketahui mulai berkembang pada awal 1920-an atas pemikiran suatu kelompok arsitek Bauhaus School of Design di Jerman. Seni bangunan ini kemudian berkembang pesat sejak tahun 1940-an sampai 1980-an. 

    Istilah kontemporer sebenarnya bermakna pada desain yang tidak dibatasi oleh waktu. Beberapa sifat konsep arsitektur kontemporer adalah dinamis dan tidak mempunyai gaya dominan, sehingga akan menghasilkan desain yang segar, unik, dan berbeda. 

    Di samping itu, gaya kontemporer juga cenderung terus berevolusi menjadi sesuatu yang baru. Beberapa ciri-ciri arsitektur kontemporer yang utama adalah baru, terbuka, transparan, dan ergonomik.

    Perbedaan Arsitektur Kontemporer dan Modern

    Karena dipandang sebagai gaya kekinian, banyak orang menganggap konsep arsitektur kontemporer sama dengan desain bangunan modern. Padahal, keduanya adalah konsep yang berbeda satu sama lain. Berikut perbedaan arsitektur kontemporer dengan gaya modern.

    1. Perbedaan zaman

    Arsitektur kontemporer adalah konsep yang mengusung tema zaman sekarang dan masa depan. Sementara itu, gaya desain modern menerapkan tema modernis awal hingga pertengahan abad ke-20.

    2. Keterikatan dengan era tertentu

    Seperti yang telah dijelaskan di atas, gaya kontemporer mempunyai sifat yang dinamis dan tidak terikat oleh era tertentu. Sedangkan konsep modern bersifat lebih statis dan mengacu pada perkembangan masa pre-industrial.

    3. Aturan yang diikuti

    Arsitektur kontemporer adalah gaya yang tidak terikat oleh aturan lama di masa lalu. Konsep arsitektur kontemporer akan terus berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. Hal ini tentu berbeda dengan arsitektur modern yang terikat oleh aturan lama dan hanya dibuat sesuai eranya. 

    4. Gaya

    Karena bersifat dinamis, desain kontemporer tidak terbatas pada satu gaya saja. Sedangkan arsitektur modern dinilai lebih dekat dengan gaya tradisional. Pada intinya, segala hal yang dianggap biasa dan konvensional bukan termasuk ke dalam gaya kontemporer.

    Ciri-ciri Arsitektur Kontemporer

    Setelah mengetahui konsep arsitektur kontemporer, selanjutnya Anda harus mengenal beberapa ciri khasnya. Untuk itu, simak ciri-ciri arsitektur kontemporer berikut ini.

    1. Dominasi garis lengkung

    Pada desain arsitektur konvensional, pola yang banyak diambil adalah garis lurus. Sementara itu, arsitektur kontemporer lebih sering memakai garis lengkung, terutama untuk bagian eksteriornya. Ada juga beberapa bangunan yang memadukan garis lurus dan lengkung agar arsitektur semakin tampak berbeda.

    2. Ruang terbuka

    Konsep ruang interior yang terbuka dan menyatu sering ditemukan pada arsitektur kontemporer. Hal inilah yang membuat bangunan ultramodern terkesan lebih luas serta memudahkan modifikasi pada strukturnya.

    3. Jendela besar untuk cahaya alami

    Jendela-jendela besar banyak dipakai pada bangunan dengan desain ultramodern. Manfaatnya, bagian interior gedung pun menjadi terang di siang hari. Dengan memaksimalkan sistem pencahayaan dan sirkulasi udara, energi yang digunakan pun jadi lebih hemat.

    4. Pemakaian warna tegas dan netral

    Mirip dengan desain minimalis, gaya kontemporer juga sering memakai tone warna netral. Contohya, putih, abu-abu, dan hitam. Namun, Anda juga bisa menambahkan warna-warna solid seperti oranye, kuning, dan merah agar desain semakin menonjol.

    5. Bentuk atap yang tidak biasa

    Ciri khas konsep arsitektur kontemporer selanjutnya adalah bentuk atap yang anti mainstream. Arsitek dunia kini semakin berani dalam mengekspresikan gaya dengan menggunakan bentuk atap bersudut, lengkung, maupun model dinamis lainnya.

    6. Penggunaan material baru

    Material baru yang dimaksud adalah bahan-bahan bangunan yang dibuat dengan teknologi mutakhir, ramah lingkungan, dan sustainable. Biasanya, material yang kerap dipakai adalah kaca dan logam.

    7. Memperhatikan lingkungan

    Salah satu ciri khas dari arsitektur bergaya kontemporer adalah konsep eco house. Sebagai informasi, eco house merupakan gaya rumah yang berkonsep ramah lingkungan dan hemat energi. Di samping menciptakan lingkungan yang lebih baik, konsep ini juga mampu menambah karakteristik khusus pada bangunan.

    8. Arsitektur yang hidup

    Karena bersifat dinamis serta dirancang dengan kreativitas tinggi, desain bangunan kontemporer akan terasa lebih hidup dan bernyawa. Sebagai contoh, bangunan Roche Pharma Research Building di Swiss dibangun dengan bentuk kotak-kotak yang sederhana. Namun, jika Anda amati kembali, gedung ini akan terlihat berpendar-pendar. Efek ini diciptakan oleh kaca bertabur lempeng keramik berukuran kecil pada fasad bangunan. 

    Contoh Bangunan dengan Arsitektur Kontemporer

    Jika berkeliling ke kota besar di negara maju, Anda akan sering menemukan bangunan kontemporer. Gedung-gedung dengan desain ultramodern ini terlihat unik dan menonjol dibandingkan bangunan lainnya.

    Louis Vuitton Foundation

    arsitektur kontemporer

    Sumber: arquitecturaviva.com

    Bertempat di Paris, bangunan yang berfungsi sebagai museum ini merupakan salah satu kiblat seni kontemporer. Bentuknya sangat menarik, tampak menyerupai kumpulan layar kapal yang diterpa badai laut. 

    Fasadnya diselimuti 12 panel lengkung yang terbuat dari 3.600 panel kaca. Pemakaian panel kaca ini membuat pengunjung di dalamnya dapat menikmati mewahnya kota Paris dan menghadirkan kesan terbuka.

    Museum Guggenheim

    arsitektur kontemporer

    Sumber: guggenheim-bilbao.eu

    Museum satu ini dapat Anda temui di sebuah kota besar di Spanyol, Bilbao. Museum megah di sepanjang sungai Nervion ini mempunyai elemen penutup yang menyelimuti hampir seluruh bangunan. Bukan berupa pelat besi atau aluminium, elemen tersebut merupakan lapisan bahan metal titanium yang sangat kuat dan disebut mampu bertahan hingga ratusan tahun.

    Jika berkesempatan mengunjungi museum ini, Anda akan dimanjakan oleh pemandangan dinding transparan meliuk-liuk di dalam atrium setinggi 55 meter. Dari dalam bangunan, pengunjung juga disuguhi view sungai dan kota tua Bilbao.

    Elbphilharmonie Hamburg

    arsitektur kontemporer

    Sumber: marketing.hamburg.de

    Salah satu gedung konser terbaik di dunia ini mempunyai arsitektur bangunan yang menyerupai ombak, layar perahu, dan gunung es. Dilengkapi peralatan ruang akustik mutakhir, Elbphilharmonie dilapisi 10 ribu lempengan khusus yang bisa mendistribusikan suara ke seluruh bangunan dengan kualitas merata.

    Gedung Konser Walt Disney

    arsitektur kontemporer

    Sumber: archdaily.com

    Walt Disney Concert Hall adalah salah satu bangunan kontemporer dengan struktur unik yang tampak bagaikan suatu gelombang. Terletak di Los Angeles, Amerika Serikat, tekstur bangunan ini didominasi oleh bahan logam. Bagian interiornya bernuansa emas yang mewah dan dihias langit-langit melengkung bak gulungan ombak. 

    Rolex Learning Center

    arsitektur kontemporer

    Sumber: e-architect.com

    Desain bangunan Rolex Learning Center menggunakan bentuk gelombang naik turun, mirip gumpalan tak beraturan. Berbeda dengan gedung kontemporer kebanyakan, Rolex Learning Center hanya memiliki satu lantai yang didesain menyatu tanpa dinding pembatas antar ruangannya.

    Jika Anda menikmati gaya yang unik dan tidak biasa, tak ada salahnya mencoba menerapkan konsep arsitektur kontemporer untuk hunian. Anda bisa memulainya dengan menggunakan tone warna tegas pada interior. Kemudian, hadirkan juga furniture bergaya anti mainstream untuk menambah kesan futuristik.

    Tak hanya informasi tentang gaya desain ultramodern, Anda juga perlu mencoba mengenal berbagai konsep arsitektur lainnya. Daripada penasaran, yuk kunjungi blog iCreate dan dapatkan ulasan seputar desain hunian, lengkap dengan pilihan furniture terkini!

    Baca juga: 20 RUMAH ADAT DI INDONESIA UNTUK REFERENSI DESAIN HUNIAN ANDA