Keranjang Lihat Sekarang

    Home > Blog > Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan Untuk Atap Rumah

    Ini 5 Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan untuk Atap Rumah

    Sudah tahu bagaimana cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah? Harganya yang relatif murah, aspek kekuatan, bobot enteng dan mudahnya proses pemasangan tampaknya sukses membuat kebutuhan sekaligus popularitas baja ringan semakin meningkat akhir-akhir ini. 

    Akan tetapi, rupanya banyak juga yang belum tahu bagaimana menentukan kebutuhan baja ringan untuk atap secara tepat. Jadi jangan sampai salah lagi ya, ikuti panduan lengkapnya dalam artikel berikut ini!

    5 Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan untuk Atap Rumah

    Menghitung kebutuhan baja ringan bisa dilakukan dengan menggunakan rumus volume, untuk mengestimasi ukuran rangka serta jumlah material yang dibutuhkan. Namun untuk mencapai angka tersebut, diharuskan terlebih dahulu menghitung beberapa aspek rumah seperti berikut ini.

    1. Hitung total ukuran rumah

    Cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah pertama adalah mengkalkulasikan total ukuran panjang, lebar, overstek, dan kemiringan atap hunian. Bagaimana contohnya? 

    Misalnya saja Anda sedang menghitung kebutuhan baju untuk rumah tipe 36, berarti 6 dikali 6 meter. Lalu taruh saja overstek sepanjang 1 meter dengan 30 derajat. Setelah mengumpulkan seluruh nominalnya, terapkanlah dalam rumus di bawah ini:

    Panjang Bangunan = Panjang Hunian + (2 x Panjang Overstek) 

    6 meter + (2 x 1) 

    Total: 8 meter

    Ulangi langkah yang sama, cukup ganti panjang menjadi lebar jika hendak mengukur elemen tersebut. 

    Lebar Bangunan = Lebar Hunian + (2 x Lebar Overstek) 

    6 meter + (2 x 1) 

    Total: 8 meter

    Sedangkan tinggi kemiringan diubah menjadi berikut: 

    Tinggi Kemiringan: Cos (Derajat Bangunan) 

    Total: 0,86

    Namun perlu diperhatikan bahwa perhitungan ini memiliki hasil sama sebab hunian tipe 36 memang punya lebar dan panjang yang setara. Akan berbeda hasilnya jika bentuk rumah seperti balok, dimana ukuran sisinya berbeda.  

    2. Hitung volume rangka atap

    Selanjutnya, cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah adalah dengan mengkalkulasi volumenya. Rumusnya seperti berikut: 

    Volume = (Panjang x Lebar Bangunan) : Tingkat Kemiringan

    (8 x 8) : 0,86

    Total 74,4 meter kubik.

    3. Hitung kebutuhan baja ringan

    Nah, cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah satu ini kita perlu bagi menjadi dua yakni kaso dan reng sebagai material dasar penting yang perlu diperhatikan ketika membentuk atap baja ringan.

    Tidak hanya itu, tahukah Anda bahwa kuat atau tidaknya hasil akhirnya juga ditentukan dari jumlah kalkulasi kebutuhan material kaso dan reng juga loh. Jadi tidak bisa asal mengira serta membelinya tanpa perhitungan tepat ya. 

    Jumlah kaso

    Kaso dikenal sebagai penopang plafon serta menjadi bagian dari rangka dasar. Untuk menghitung jumlah bahan satu ini, Anda dapat menggunakan rumus berikut: 

    Jumlah Kaso = (Luas Atap Miring x 4) : 6

    (74,4 x 4) : 6

    Total 49,6 atau dibulatkan menjadi 50

    Dari kalkulasi di atas, tandanya Anda akan membutuhkan minimal 50 batang kaso ketika melakukan proses pembangunan atap rumah dengan baja ringan.

    Jumlah reng

    Reng merupakan struktur rangka yang berada di bawah penutup atap hunian. Biasanya berfungsi untuk menyalurkan tekanan dari penutup atap pada struktur lainnya. Sedangkan rumusnya dapat dihitung dengan demikian: 

    Jumlah Reng = Jumlah Kaso x 1,2

    50 x 1,2

    Total 59,5 atau dibulatkan menjadi 60

    Angka tersebut menandakan bahwa Anda akan membutuhkan 59 hingga 60 batang reng dalam membangun atap hunian. 

    4. Hitung kebutuhan genteng

    Selanjutnya, cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah adalah mengkalkulasi genteng itu sendiri. Untuk jenisnya bisa disesuaikan dengan selera, baik metal atau keramik. Namun contoh saja kalkulasi di bawah merujuk pada genteng metal berukuran 2x4 dan dihitung seperti berikut: 

    Kebutuhan Genteng = (Volume Atap x 1.62) 

    (74,4 x 1.62) 

    Total 120.5 atau dibulatkan menjadi 121

    Lewat kalkulasi di atas tandanya Anda akan membutuhkan 120 hingga 121 lembar genteng metal ketika hendak mengkonstruksi atap rumah.

    5. Hitung kebutuhan sekrup

    Terakhir, cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah satu ini menghitung pemasangan kaso dan reng. Nah jenisnya sendiri juga berbeda, untuk genteng metal, maka diperlukan sekrup genteng. Sedangkan berjenis baja bagi bagi baja ringan. Rumusnya dibagi menjadi berikut: 

    Sekrup genteng = Jumlah Genteng x 12 

    121 x 12

    Total 1,452 buah

    Sekrup baja = Luas Atap Miring x 20 

    74,4 x 20 

    Total 1,488 buah 

    Berdasarkan kalkulasi di atas, tandanya Anda akan membutuhkan 1,452 buah sekrup genteng dan 1,488 untuk baja.

    Perkiraan Biaya Memasang Baja Ringan untuk Atap Rumah

    Nah, setelah menghitung seluruh kebutuhan dalam memasang pelindung rumah, sekarang Anda dapat mencari harga baja ringan untuk atap asbes. Namun perlu diingat bahwa biaya ini bisa jadi berbeda di setiap wilayahnya. Akan tetapi, kira-kira berikut adalah harga material dan estimasi total:

    • Kaso Baja Ringan Taso 0.75mm: Rp84.000 / batang
    • Reng Baja Ringan Taso 0.45mm: Rp41.000 / batang 
    • Genteng Metal 2 x 4 x 0.23mm: Rp58.000 / buah 
    • Sekrup Baja Ringan Galvanis 10 x 19: Rp110 / buah
    • Sekrup Genteng 6 x 1 Drywall: Rp100 / buah

    Setelah dikalikan dengan jumlah kebutuhan maka hasilnya adalah sebagai berikut. 

    Bahan 

    Jumlah x Harga 

    Total

    Kaso 50 x Rp84.000 Rp 4.200.000
    Reng 60 x Rp41.000 Rp 2.460.000
    Genteng Metal 121 x 58.000 Rp 7.018.000
    Sekrup Genteng 1,452 x Rp100 Rp 145.200
    Sekrup Baja 1,488 x Rp110 Rp 163.680

    Dengan ini maka perkiraan biaya yang diperlukan untuk memasang baja ringan pada atap rumah adalah Rp 13.986.880. 

    Demikian ulasan seputar cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah yang bisa Anda jadikan panduan mendirikan bangunan. Perhatikan seluruh detailnya dengan baik dan persiapkan rencana budget pembangunan serinci mungkin. Semoga penjelasan di atas dapat membantu ya!

    Saat membangun suatu hunian, memang ada banyak hal yang harus diperhatikan. Jadi bukan hanya sekedar pemilihan desain arsitekturnya semata, namun juga hingga komponen pelengkap lainnya. Anda bisa mempelajarinya lebih banyak di blog iCreate. Di sana, Anda akan menemukan inspirasi aneka ruang dan beragam tips & trik bermanfaat. Yuk klik tab blog sekarang!

    Baca juga: 14 CARA MENGECAT TEMBOK RUMAH YANG BENAR, MUDAH UNTUK PEMULA!