Keranjang Lihat Sekarang

    Home > Blog > Kavling Adalah

    Apa itu Kavling? Ini Pilihan Jenis, Tips, dan Untung Ruginya

    Kavling adalah istilah untuk menyebut tanah yang sudah dibagi menjadi petak-petak dengan ukuran tertentu. Biasanya, ia juga disebut lot, sebidang tanah kecil di perumahan atau kota yang nantinya akan dijadikan sebagai bangunan tempat tinggal.

    Nah karena kavling juga merupakan salah satu bagian properti, selain membuatnya jadi hunian, Anda pun bisa menggunakannya untuk investasi lho! Daripada penasaran, berikut ulasan seputar tanah kavling atau lot selengkapnya.

    Apa itu Tanah Kavling?

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kavling adalah bagian dari lahan tanah yang telah dipetakan berdasarkan ukuran tertentu dan akan dibangun menjadi bangunan komersial maupun hunian pribadi. Bentuknya pun bermacam-macam, sesuai posisi atau letak dalam suatu perumahan.

    Pemetakan tanah bertujuan agar setiap rumah kavling bisa dibangun dengan rapi berdasarkan luas lahan yang sudah ditentukan. Selanjutnya, pengembang properti atau developer akan menjualnya kembali kepada para investor.

    Ukuran Tanah Kavling

    Ukuran kavling terdiri dari beberapa luas berbeda yang sudah dipetakan sebelumya. Nah, tanah-tanah ini nantinya dapat didirikan bangunan di atasnya.

    Pembagian lahannya pun juga bermacam-macam. Misalnya, tanah seluas 1 hektar dapat dibagi menjadi 10 sampai 20 kavling dengan berbagai skala. Contoh standar ukuran kavling adalah 45 m2, 60 m2, 100 m2, 200 m2, dan seterusnya.

    Jenis-Jenis Tanah Kavling

    Selain berdasarkan ukuran, lahan kavling juga dibedakan menjadi berbagai macam tipe. Nah, jenis-jenis tanah kavling adalah sebagai berikut.

    Irregular

    Sesuai namanya, lahan irregular memiliki jenis yang tidak beraturan. Bentuk dan ukurannya cenderung mirip dengan kepingan puzzle. Namun, kelebihannya yaitu harga tanah kavling ini lebih murah.

    Flute

    Layaknya sebuah seruling, tanah flute memiliki bentuk memanjang dengan bagian depan dan belakang yang cukup sempit. Kavling ini bisa untuk membangun rumah berukuran 180 m2 lengkap beserta 2 kamar mandi.

    Standart lot

    Standar lot merupakan tanah kavling yang paling banyak dijumpai. Bentuknya adalah segi empat atau persegi panjang dengan bagian belakang dan depannya sama panjang. Hunian berukuran 350-400 m2 cocok untuk didirikan di tanah ini.

    Corner

    Pada kavling corner alias sudut atau hook, lahannya lebih luas dibandingkan jenis lainnya. Kelebihan tanah ini yaitu memiliki dua sisi halaman terbuka sehingga mendapat pencahayaan alami serta sirkulasi udara yang baik. 

    Squat

    Lahan squat memiliki ukuran yang lebih kecil daripada jenis lainnya, sehingga harga tanah kavling ini pun cenderung terjangkau. Lalu, bentuknya juga cukup lebar untuk membangun rumah berukuran hingga 295 meter persegi.

    Rear loaded

    Terakhir, kavling rear loaded mirip dengan jenis flute, yaitu memiliki bentuk memanjang. Tanah ini cocok bagi Anda yang ingin membangun pintu masuk di sisi belakang atau bagian depannya sempit, pada sebuah hunian berukuran 240 m2.

    Tiga Bentuk Tanah Kavling

    Di pasaran, secara umum tanah kavling terbagi menjadi 3 bentuk, yaitu:

    Cul de sac lot

    Istilah cul de sac berasal dari bahasa Perancis yang artinya tanah kosong di jalan buntu. Ciri khasnya adalah sisi depannya cenderung sempit, namun melebar pada bagian belakang. 

    Interior lot

    Interior lot umumnya lebih dikenal dengan sebutan tanah cluster atau klaster. Lahannya berada di tengah deretan kavling, namun masih dalam satu posisi blok yang sama sehingga hanya memiliki satu gerbang akses. Hal ini justru menguntungkan karena dari segi keamanan dan privasi tentu lebih terjaga dengan baik.

    T-Intersection lot

    T-intersection lot dikenal sebagai tusuk sate. Sebagian orang memilih menjadikan tanah jenis ini sebagai tempat usaha daripada hunian karena minimnya ketenangan dan cenderung selalu diganggu oleh lampu kendaraan yang melintas di malam hari.

    Baca juga: MENGENAL GYPSUM - KELEBIHAN, KEKURANGAN, DAN CARA MERAWATNYA

    Kelebihan dan Kekurangan Membeli Tanah Kavling

    Bagi Anda yang berminat membeli tanah kavling, penting untuk mengetahui keuntungan serta kerugiannya terlebih dahulu. Supaya tidak menyesal, kenali dulu kelebihan dan kekurangannya di bawah ini.

    Kelebihan

    1. Capital gain yang cukup besar

    Kelebihan utama yang bisa Anda nikmati jika membeli tanah kavling adalah timbal balik keuntungan atau capital gain cukup besar, yaitu bisa mencapai 20 sampai 30 persen setiap tahun. 

    2. Biaya perawatan yang minim

    Ternyata, ongkos perawatan tanah kavling cenderung murah. Biaya bahkan tidak diperlukan karena Anda dapat melakukannya sendiri seperti membersihkan lahan serta menyiangi rumput.

    3. Cocok untuk aset jangka panjang

    Berbeda dengan hunian, salah satu kelebihan tanah kavling adalah semakin tua usia lahannya, maka harganya juga makin tinggi. Sehingga cocok untuk dijadikan aset jangka panjang. 

    4. Permintaan pasar yang tinggi

    Saat ini, ketersediaan lahan kosong di perkotaan semakin menipis, sedangkan permintaan pasar selalu tinggi. Jika Anda membeli sebidang tanah kavling lalu menjualnya, tentu akan sangat menguntungkan.

    5. Kompetisi yang minim

    Tanah kavling adalah salah satu properti yang memiliki persaingan minimal, karena sebagian orang lebih memilih berinvestasi pada bangunan.

    Kekurangan 

    1. Butuh waktu lama untuk menjualnya

    Tanah kavling adalah tergolong aset non-liquid yang sulit diperjualbelikan. Karena pertimbangan ini, Anda harus lebih bersabar dalam menjualnya.

    2. Tidak cocok dijadikan sumber pemasukan tetap

    Berbeda dengan rumah, ruko, atau apartemen yang bisa disewakan, tanah kavling tidak cocok dijadikan sebagai sumber pemasukan tetap.

    3. Harganya turun jika dijual cepat

    Salah satu kerugian tanah kavling adalah jika terjual dalam waktu singkat, justru membuat harganya turun drastis. Sehingga, hal ini membuatnya tidak cocok dijadikan aset dana darurat.

    4. Rawat disalahgunakan orang lain

    Tanah kavling kosong sering disalahgunakan untuk keuntungan pribadi. Oleh karena itu, Anda perlu menyewa penjaga atau memagari lahan agar tidak dimasuki orang lain.

    Tips Membeli Tanah Kavling

    Setelah mengetahui pengertian tanah kavling beserta kelebihan dan kekurangannya, selanjutnya iCreate akan membagikan tips sebelum Anda terlanjur membelinya. Agar tidak salah pilih, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

    1. Pastikan legalitas sertifikatnya

    Salah satu tips membeli tanah kavling adalah memeriksa legalitas dokumen agar tidak bisa diklaim oleh sembarang orang. Selain itu, Anda juga akan terhindar dari masalah sengketa tanah di kemudian hari.

    2. Periksa batas tanah kavling

    Hal yang sering menjebak ketika membeli tanah kavling adalah luas lahannya tidak sesuai. Jadi, pastikan Anda memastikan batas aslinya cocok dengan di sertifikat.

    3. Sebaiknya pilih lokasi yang strategis

    Pastikan Anda memilih lokasi tanah kavling yang menjanjikan dan strategis. Hal ini tentu akan menguntungkan bagi investasi Anda di masa depan.

    4. Perhatikan lingkungan sekitarnya

    Sebaiknya, pilihlah tanah kavling yang memiliki akses jalan mudah. Artinya, bisa dijangkau atau dilintasi oleh dua mobil dari arah berlawanan.

    Itulah ulasan seputar tanah kavling lengkap mulai dari kelebihan, kekurangan, hingga tips membelinya. Intinya, perhatikan semua hal terutama legalitasnya dan pastikan Anda benar-benar memperhitungkan seluruh plus minus sebelum terlanjur membelinya.

    Jika tertarik membeli dan berniat menyulapnya jadi rumah impian, jangan lupa untuk melengkapi kebutuhan interiornya dengan aneka furniture serta dekorasi hunian dari iCreate ya! Selain jaminan kualitas, kami juga menyediakan layanan order 24 jam yang bisa Anda akses dimanapun dan kapanpun. Tunggu apalagi? Nikmati penawaran menarik kami sekarang juga!

    Baca juga: MENGENAL SEPTIC TANK - JENIS, CARA KERJA, DAN MERAWATNYA