Keranjang Lihat Sekarang

    Home > Blog > Lantai Marmer

    Lengkap! Lantai Marmer - Jenis, Plus Minus, dan Perawatannya

    Lantai marmer sering menjadi pilihan untuk mempercantik interior hunian. Material lantai marmer dipilih karena motifnya yang bervariasi serta tahan lama. Anda dapat menggunakan marmer dengan corak putih untuk memberi kesan rumah yang lapang, pun warna gelap untuk hunian modern.

    Meski sering digunakan, tahukah Anda bahwa batu marmer untuk lantai memiliki beberapa kekurangan? Sebelum menggunakan tipe lantai ini, ada baiknya Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan marmer serta cara merawatnya. Mari simak informasi berikut!

    Jenis Batu Marmer untuk Lantai

    Di Indonesia, marmer banyak diproduksi di Aceh, Lampung, Sumatera Barat, serta Pulau Jawa. Kabupaten Tulungagung merupakan daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia. Selain Tulungagung, kabupaten Magelang di Jawa Tengah juga terkenal akan marmernya. Sebab, Magelang merupakan penghasil marmer berserat warna merah yang termasuk jenis langka.

    Material lantai marmer yang digunakan saat ini beragam jenisnya. Mulai dari batu marmer hijau,  breccia, statuary, shell, cipolin, architectural, ornamental, onyx, limestone, ruin, hingga marmer budidaya.

    Onyx merupakan bentuk motif lantai marmer yang transparan dengan warna variatif. Sementara architectural marble adalah material marmer dengan ketahanan yang kuat, sehingga pas digunakan untuk eksterior dan interior hunian. Sedangkan cipolin termasuk material lantai marmer yang mempunyai warna gelap dengan tekstur lantai marmer berlapis-lapis. 

    Tipe marmer dengan harga paling mahal adalah shell marble. Motif lantai marmer yang dihasilkan jenis ini cukup unik dan langka. Sementara itu, statuary merupakan motif lantai marmer yang tampak seperti retakan. Jika menginginkan tekstur lantai marmer yang kasar, Anda dapat menggunakan breccia marble. 

    Limestone merupakan salah satu jenis material lantai marmer yang dipilih banyak orang. Limestone mampu menghasilkan motif lantai marmer yang menarik, mudah dibersihkan, dan tidak licin. Jika seluruh marmer di atas terbentuk secara alami, berbeda dengan marmer hijau dan budidaya. Dua jenis ini merupakan hasil buatan manusia dan rekayasa bahan.

    Tips Memasang Lantai Marmer

    Pemasangan marmer membutuhkan perhatian khusus. Hal pertama adalah pastikan penyedia atau supplier marmer yang Anda gunakan profesional dan memiliki kredibilitas baik. Anda juga bisa memilih supplier marmer yang memberikan garansi atau jaminan. Berikut merupakan beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memasang marmer untuk lantai.

    1. Motif dan tekstur lantai marmer

    Ada berbagai jenis tekstur lantai marmer yang dapat Anda pilih. Beberapa diantaranya telah dijelaskan di atas. Sesuaikan pemilihan motif lantai dengan desain hunian yang Anda usung. Biasanya, jenis yang banyak digunakan adalah statuary dan breccia. 

    2. Ukuran marmer

    Lembaran atau slab marmer yang paling banyak dijumpai memiliki ukuran 150 cm x 260 cm. Sementara standar ketebalannya adalah 2 cm. Standar ketebalan ini telah dihitung sesuai pertimbangan ketahanan marmer untuk kebutuhan arsitektur bangunan.

    3. Finishing marmer

    Pada umumnya, finishing batu marmer yang paling banyak digunakan adalah polished. Proses ini dinilai mampu membuat marmer menjadi mengkilap (glossy). Selain polished, jenis finishing lain yang dapat Anda terapkan adalah honed. Proses honed akan membuat permukaan lantai menjadi doff.

    Kelebihan dan Kekurangan Lantai Marmer

    Keunggulan utama lantai ini adalah tampilannya yang elegan dan menawarkan rasa sejuk pada kaki. Di samping itu, perawatannya yang terbilang mudah juga jadi alasan mengapa ia begitu disukai. Asalnya yang terbentuk dari material alam kuat membuat marmer memiliki ketahanan luar biasa sehingga awet digunakan.

    Namun, material marmer yang digunakan untuk lantai memiliki beberapa kelemahan. Permukaannya licin, mudah membuat seseorang terpeleset. Tak hanya itu, harganya terbilang cukup mahal, sekitar tiga kali lipat biaya lantai keramik biasa. 

    Cara Membersihkan Lantai Marmer

    Material marmer atau marble hadir dalam beragam motif dan warna. Corak yang paling umum digunakan adalah marmer putih dan pastel. Agar warnanya tidak cepat pudar dan kotor, harus dilakukan pembersihan secara rutin. Berikut merupakan beberapa bahan yang bisa Anda gunakan untuk merawat lantai dari marmer.

    1. Deterjen cair

    Bahan pertama yang dapat Anda pakai adalah deterjen cair. Gunakan deterjen cair yang mengandung pemutih dan tidak mempunyai kandungan asam. Gosok noda pada lantai dengan kain yang telah dibasahi campuran air dan deterjen cair secara perlahan.

    2. Baking soda

    Selain sebagai bahan membuat kue, baking soda juga bisa digunakan untuk membersihkan marmer. Campurkan satu sendok makan baking soda dengan sedikit air, aduk hingga menjadi pasta. Oleskan pasta ke kain lap berbahan halus, kemudian usap perlahan kain ke permukaan marmer yang kotor. 

    3. Amonia

    Untuk mengecek apakah bahan ini aman, teteskan sedikit amonia ke lantai Anda. Jika tak ada reaksi berbahaya, coba gunakan amonia sebagai salah satu bahan pembersih lantai di rumah. Aduk satu gelas air yang dicampur satu sendok teh amonia secara merata. Sama dengan cara lainnya, gunakan kain lap halus untuk membersihkan noda pada marmer.

    4. Pembersih marmer

    Jika tak memiliki bahan-bahan di atas, Anda bisa menggunakan cairan khusus pembersih marmer. Tuangkan air sebanyak setengah gayung ke baskom kecil, lalu tambahkan cairan pembersih marmer. Aduk hingga rata, kemudian usapkan pada lantai. Diamkan selama 10 hingga 15 menit agar noda terangkat.

    Inspirasi Lantai Marmer

    Lantai dari marmer sangat serbaguna, Anda dapat memasangnya di ruang apapun. Lantai marmer putih memberi kesan murni dan bersih, marmer krem mampu menghangatkan suasana, serta marmer hitam yang melambangkan keanggunan. Simak inspirasi lantai dengan bahan marmer berikut ini.

    Gunakan marmer putih agar rumah terlihat bersih

    Pemakaian lantai marmer putih seperti gambar di bawah ini membuat ruangan tampak bersih cerah. Warna ini juga cocok digunakan untuk berbagai tema interior. Biasanya, orang memadukan lantai marmer putih dengan langit-langit berwarna senada agar hunian semakin tampak elegan dan mewah.

    Sumber : Prachi Damle & Alkove Design

    Modern dengan marmer gelap

    Warna marmer gelap dapat menutupi kecacatan pada lantai serta menciptakan kesan dramatik. Pastikan furniture yang Anda gunakan senada dengan tema gelap yang digunakan. Selain hitam, Anda bisa memakai warna abu maupun putih.

    Sumber : FADD Studio

    Nuansa kelabu

    Jika Anda lebih menyukai gaya monokrom, motif marmer berikut bisa jadi inspirasi. Warna kelabu yang lembut dapat Anda padukan dengan gorden berwarna serupa. Terapkan corak merah marun untuk memberi statement warna kontras pada ruangan. 

    Sumber : KNS Architects

    Kini Anda telah mengetahui seluk-beluk lantai material marmer. Mulai dari jenis, proses pemasangan, cara merawat, hingga inspirasi penerapannya di dalam hunian. Bagaimana, semakin tertarik menggunakan marmer sebagai material lantai di rumah? 

    Agar lantai Anda selalu tampak kinclong, ingatlah untuk selalu melakukan perawatan dan pembersihan marmer secara berkala. Anda bisa menggunakan bahan-bahan pembersih yang telah dibahas di atas. Terakhir, temukan inspirasi desain interior hunian menarik lainnya hanya di iCreate!

    Baca juga: LANTAI TERASO - JENIS, KEKURANGAN DAN KELEBIHANNYA