Keranjang Lihat Sekarang

    Home > Blog > Limbah Organik

    Pengertian Limbah Organik, Jenis, Ciri, dan Pemanfaatannya

    Limbah organik adalah salah satu hal yang kerap diacuhkan oleh banyak orang. Padahal, sampah-sampah limbah tersebut bisa menjadi masalah yang berbahaya apabila tidak diolah dengan baik.

    Tidak hanya berasal dari kegiatan rumah tangga saja, sampah organik juga dihasilkan dari banyak kegiatan yang berbeda, seperti aktivitas pabrik atau restoran. Akhirnya, jumlah limbah pun tak kunjung mengalami penurunan dari masa ke masa. Sebagai upaya dalam mengurangi sampah limbah, yuk pahami pemanfaatan limbah organik selengkapnya dalam artikel berikut ini!

    Pengertian Limbah Organik

    Limbah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup seperti sisa makanan, kotoran hewan, atau tumbuhan, serta dapat didaur ulang. Selain itu, sifatnya yang mudah membusuk membuatnya bisa terurai alami melalui proses biologi. 

    Limbah organik dapat mudah terurai karena mengandung zat kimia yang sifatnya stabil. Oleh karena itu, sampah ini gampang tertimbun atau mengendap dalam tanah, sungai, danau, maupun laut.

    Jenis dan Contoh Limbah Organik

    Jika dilihat dari jenisnya, limbah organik dibedakan menjadi dua, yaitu sampah basah dan kering. Berikut penjelasan lengkapnya.

    1. Sampah organik basah

    Sampah organik basah adalah salah satu jenis sampah alami yang memiliki kadar kandungan air tinggi. Tak hanya itu, teksturnya yang cenderung empuk memudahkan bakteri di dalamnya untuk mengolah serta menghancurkan sampah. Adapun beberapa contoh limbah organik adalah:

    • Sisa bahan makanan seperti sayuran, kulit pisang, buah yang sudah busuk, jerami, kulit bawang, dan semacamnya. Sampah organik ini sering ditemukan pada sisa bahan memasak di dapur. 
    • Limbah makhluk hidup seperti kotoran manusia, ayam, sapi, kambing, kerbau, unggas, dan lain-lain. 

    2. Sampah organik kering

    Berbeda dengan sampah basah, sampah organik kering lazimnya mempunyai kandungan air yang lebih sedikit. Sehingga, hal tersebut membuatnya membutuhkan waktu lebih lama untuk hancur supaya dapat diolah kembali. Contoh limbah organik kering adalah sebagai berikut.

    • Batang kayu, umumnya berasal dari pohon yang sudah ditebang. Limbah tersebut memiliki sifat yang sulit hancur meskipun sudah ditimbun dalam waktu lama. Sehingga, disarankan memotongnya menjadi ukuran lebih kecil untuk memudahkannya terurai dalam tanah
    • Kulit telur adalah salah satu contoh sampah organik rumah tangga yang bersifat kering dan sulit terurai. Untuk itu, sebaiknya hancurkan dengan cara diremas-remas agar proses daur ulangnya tidak memakan waktu yang begitu lama.
    • Tempurung kelapa memiliki kandungan air yang cenderung rendah dengan tekstur sedikit keras. Oleh sebab itu, benda ini memakan waktu lama untuk hancur. 
    • Limbah pepohonan dan dedaunan tidak memiliki kandungan air yang banyak sehingga tergolong jenis sampah organik kering. Limbah ini sering dijumpai di jalanan maupun sekitar rumah dan berpotensi membuat lingkungan kotor jika tidak dibersihkan dengan baik.
    • Kertas dapat dikategorikan sebagai sampah organik kering karena membutuhkan serbuk kayu dalam proses pembuatannya. Meskipun dapat terurai dengan sendirinya, limbah ini memerlukan waktu lama untuk bisa hancur sempurna.

    Ciri-Ciri Limbah Organik

    Untuk dapat membedakan  sampah organik dan non organik, sebaiknya ketahui ciri-cirinya terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk memudahkan Anda memisahkan antara kedua jenis sampah tersebut agar dapat mengolahnya dengan tepat. Adapun ciri-ciri limbah organik adalah sebagai berikut.

    1. Memiliki kandungan air yang tinggi

    Lazimnya, sampah organik memiliki kandungan air tinggi dan banyak. Kemudian, selama proses pembusukan terjadi, kandungan airnya akan menguap hingga akhirnya mengering.

    2. Berasal dari sisa bahan alami

    Sampah organik berasal dari sisa bahan alami dan jika merupakan hasil olahan manusia, limbahnya tidak mengandung zat kimiawi atau melewati proses pembuatan yang panjang. Oleh sebab itu, sampah limbah ini termasuk ke dalam limbah organik.

    3. Sampahnya mudah membusuk

    Sampahnya cenderung mudah membusuk, tanpa harus melalui banyak proses pengolahan. Artinya, jika dibiarkan begitu saja selama beberapa waktu dan tanpa menjalani berbagai proses, limbah akan hancur dengan sendirinya.

    4. Sampahnya dapat mudah terurai

    Sampah organik dapat mudah terurai di dalam tanah oleh bakteri atau mikroba penghancur. Oleh karena itu, Anda perlu menguburnya dengan cara yang tepat supaya kondisi dasar tanah tidak tercemar sampah.

    Pengolahan Limbah Organik

    Kebanyakan orang sering mengabaikan sampah organik begitu saja. Padahal, limbahnya bisa didaur ulang menjadi beberapa hal yang bermanfaat. Adapun pengolahan limbah organik adalah sebagai berikut.

    1. Pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos

    limbah organik

    Sumber: moneycrashers.com

    Limbah dari sisa bahan dapur sering dibuang begitu saja. Padahal, Anda dapat mengolahnya menjadi pupuk kompos dengan menyediakan tempat sampah khusus sayuran dan buah-buahan agar tidak bercampur dengan yang lain.

    Tak hanya itu, sampah dari dedaunan yang berserakan di pinggir jalan juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. Daripada dibiarkan begitu saja dan berpotensi mengotori lingkungan, alangkah baiknya jika digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat.

    Anda bisa memanfaatkan sampah dari bahan dapur dan dedaunan kering untuk membuat kompos. Campurkan kedua material tersebut ke dalam satu wadah sampai penuh, lalu pastikan menutupnya dengan rapat. Setelah beberapa minggu, pupuk kompos siap digunakan untuk menyuburkan tanah di rumah.

    2. Pengolahan sampah organik menjadi sumber listrik dan biogas

    limbah organik

    Sumber: pinterest.com

    Sampah organik yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber listrik dan biogas adalah kotoran makhluk hidup, tahu, dan tempe. Caranya yaitu Anda perlu menyiapkan wadah atau media tertutup sebagai tempat penampungan gas yang sudah ditambahkan air, lalu aduk kedua campuran tersebut supaya proses pembuatannya bisa berjalan dengan cepat dan baik.

    Dalam pengolahan tersebut, sampah organik diubah menjadi gas melalui proses fermentasi yang dibantu oleh bakteri secara anaerob dalam reaktor biodigester. Lalu, biogas akan ditampung di tempat penampungan untuk didistribusikan menjadi bahan bakar pembangkit listrik.

    3. Memanfaatkan sampah organik sebagai pakan ternak

    limbah organik

    Sumber: ePetani.com

    Sampah organik bersifat mudah hancur, sehingga dapat digunakan sebagai pakan ternak. Adapun beberapa jenis limbah sayuran dari pasar yang bisa dimanfaatkan adalah kulit jagung, bayam, kecamba kacang hijau, kubis, daun singkong dan kembang kol.

    4. Pengolahan limbah organik dari bungkus produk makanan

    limbah organik

    Sumber: artbarblog

    Ketika produk makanan atau minuman yang Anda konsumsi sudah habis, jangan terburu-buru membuang bungkusnya. Daripada bertumpuk di tempat sampah dan menyebabkan pencemaran lingkungan, Anda dapat mendaur ulangnya menjadi barang-barang yang berguna. Namun, sebelum memakainya, Anda perlu membersihkannya dengan benar agar tidak ada sisa produk yang menempel.

    Kerajinan Limbah Organik

    Banyak orang tidak tahu jika sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi prakarya yang memiliki nilai jual tinggi. Berikut beberapa contoh pemanfaatan limbah organik yang dijadikan sebagai kerajinan cantik.

    Kerajinan limbah organik dari tempurung kelapa

    limbah organik

    Sumber: dsource.in

    Kebanyakan orang hanya suka menikmati air dan daging kelapa, sementara tempurungnya selalu dibuang. Padahal, Anda bisa memanfaatkannya menjadi produk yang unik dan kreatif. Misalnya, peralatan rumah tangga yang tampak tradisional namun kreatif, seperti piring, gelas,maupun teko minuman.

    Kerajinan limbah organik dari kulit telur

    limbah organik

    Sumber: facilisimo.com

    Kulit telur merupakan contoh limbah organik kering yang bisa didaur ulang menjadi barang-barang cantik seperti tempat tisu, lampu kamar estetik, gelas, dan lain lain. Selain itu, Anda juga dapat mengubahnya menjadi kanvas 

    Kerajinan limbah organik dari pesisir laut

    limbah organik

    Sumber: pinterest.com

    Contoh limbah organik dari pesisir laut yang bisa diolah kembali menjadi kerajinan adalah kulit kerang, tulang atau sisik ikan, hingga cangkang kepiting. Benda-benda tersebut dapat didaur ulang menjadi lampu bingkai foto, kamar, cermin, anting-anting, tirai, tempat tisu, hingga gelang.

    Kerajinan limbah organik dari eceng gondok

    limbah organik

    Sumber: pinterest.com

    Limbah eceng gondok dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai jual tinggi. Beberapa hasil kreasinya adalah  tas, anyaman, sendal, tempat tisu, keranjang, tudung saji, hingga tempat sampah. 

    Kerajinan sampah organik dari pelepah pisang

    limbah organik

    Sumber: pinterest.com

    Sebagian besar orang mengira bahwa sampah pelepah pisang kering tidak memiliki manfaat. Padahal, limbah tersebut bisa diubah menjadi kerajinan tangan seperti tas, tempat pensil atau tisu hingga lukisan, lho.

    Kerajinan dari limbah sabut kelapa

    limbah organik

    Sumber: istockphoto.com

    Tak hanya batoknya saja yang bisa dimanfaatkan menjadi kerajinan, tetapi sabutnya juga bisa diolah menjadi peralatan rumah tangga seperti sapu ijuk, keset, anyaman, maupun tali.

    Itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian sampah organik, jenis, ciri-ciri, cara pemanfaatannya, hingga contoh kerajinannya. Jadi, sebelum membuang sampah begitu saja, pastikan untuk memilahnya terlebih dahulu. Hal ini penting agar tidak muncul masalah yang dapat membahayakan lingkungan serta kesehatan.

    Selain informasi seputar sampah organik, Anda dapat menemukan banyak artikel menarik di iCreate. Ada berbagai macam tips dan trik keren tentang masalah rumah tangga hingga inspirasi-inspirasi lainnya. Yuk, langsung kunjungi laman blog iCreate sekarang juga!

    Baca juga: 17 CARA MENGURANGI SAMPAH PLASTIK, MUDAH DAN ASIK!