Keranjang Lihat Sekarang

    Home > Blog > Mdf Adalah

    Mengenal Kayu MDF: Arti, Kelebihan, dan Kekurangan

    Kayu MDF adalah singkatan dari Medium Density Fiberboard. Jenis kayu buatan ini sering digunakan dalam pembuatan furniture dengan berbagai desain. Sebagian dari Anda mungkin masih asing dengan jenis kayu ini, bukan? Nah, untuk itu simak ulasan lengkap seputar material MDF berikut ini.

    Apa Itu Kayu MDF?

    Medium Density Fiberboard atau yang lebih dikenal dengan MDF adalah olahan kayu berupa papan terbuat dari serpihan kayu yang dipadatkan dengan temperatur suhu tinggi dan campuran resin. Kayu MDF memiliki permukaan yang halus dengan ikatan partikel-partikel kayu yang kuat serta beratnya cukup ringan.

    Bahan MDF diperoleh dari kayu perkebunan sehingga tidak merusak kayu yang ada di hutan. Biasanya, kayu ini dijual dalam bentuk lembaran menyerupai papan atau triplek dan sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan furniture.

    Ukuran dan ketebalan MDF

    MDF adalah jenis kayu olahan yang memiliki ukuran standar 120 x 240 cm dengan ketebalan yang beragam, yaitu 3 mm, 4 mm, 6 mm, 9 mm, 12 mm, 18 mm dan 20 mm. Ketebalan MDF yang beragam, dapat membuat Anda mudah menyesuaikannya dengan kebutuhan.

    Proses Pembuatan Kayu MDF

    Proses pembuatan kayu MDF cukup rumit dan panjang. Pertama, batang pohon harus dibersihkan dari kulitnya terlebih dahulu. Setelah itu, batang tersebut dipotong-potong dengan ukuran diameter 20 cm serta panjang 100 cm. 

    Kemudian, batang kayu akan melewati proses screening. Tahapan ini dilakukan dengan bantuan magnet berkekuatan tinggi yang bertujuan untuk mencari serpihan-serpihan besi seperti paku, patahan gergaji dan sekrup yang masih tertinggal pada batang. 

    Selanjutnya, batang kayu yang telah lolos screening dimasukkan ke dalam mesin khusus untuk digiling menjadi serpihan kecil. Setelah itu, serpihan-serpihan kecil kayu direbus hingga lembut dan lunak.

    Jika tekstur serpihan kayu sudah mencapai standar yang ditetapkan maka selanjutnya dicampur dengan resin (sejenis lilin) dan lem. Proses berikutnya adalah pressing, pada tahapan ini serpihan kayu akan keluar dalam bentuk papan dengan ukuran standar internasional, yaitu 1220 x 2440 mm.

    Permukaan papan MDF memiliki tingkat kekilapan yang berbeda. Biasanya bagian yang lebih mengkilap akan diletakkan pada bagian luar untuk menghasilkan furniture yang cantik.

    Kelebihan Kayu MDF

    MDF adalah olahan kayu yang dibuat melalui proses panjang. Jenis kayu ini memang memiliki banyak kelebihan, sehingga tak heran jika menjadi primadona dalam pembuatan furniture. Berikut ulasan selengkapnya.

    - Permukaan lebih halus dan rata

    Kelebihan yang paling tampak dari MDF adalah permukaan kayunya. Dibandingkan jenis kayu olahan lain, permukaan kayu ini lebih halus sehingga nyaman saat disentuh. Selain itu, saat akan menggunakan kayu ini Anda tidak perlu lagi mengamplas sehingga dapat menghemat tenaga dan mempersingkat waktu.

    - Fleksibel

    Kayu MDF adalah salah satu yang paling fleksibel, sebab ia mudah ditekuk untuk dijadikan alternatif rangka furniture. Terlebih bila Anda menginginkan perabotan dengan lekuk tertentu, kayu MDF adalah pilihan tepat.

    - Ukuran presisi

    Memiliki ketebalan yang beragam membuat kayu MDF lebih bervariasi untuk dipilih. Selain itu, ukuran MDF yang dibuat sesuai standar internasional membuat ketebalan dan ukuran papan lebih presisi.

    - Bobot lebih ringan 

    Bahan MDF terbilang ringan sehingga cocok digunakan untuk pembuatan meja kantor dan rak. Anda juga dapat memindahkan furniture yang terbuat dari kayu MDF dengan lebih mudah tanpa perlu bantuan banyak orang. Meski terbilang ringan, papan kayu MDF memiliki kekuatan yang baik dan bisa dijadikan lemari besar.

    - Mudah untuk langsung dilapisi cat

    Karena permukaan MDF halus tanpa lubang dan pori-pori besar, jika dilapisi dengan cat hasilnya akan memuaskan. Hanya perlu satu atau dua kali pengecatan saja sampai permukaan kayu dapat tertutup dengan sempurna.

    - Daya serap suara baik

    Papan MDF adalah kayu olahan yang memiliki daya serap suara yang baik. Sehingga kayu ini cocok digunakan sebagai rangka peralatan sound system atau dijadikan dinding pemisah pada studio musik.

    Kekurangan Kayu MDF

    Meskipun memiliki banyak kelebihan, ternyata kayu MDF juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan sebelum Anda menetapkan pilihan pada kayu ini.

    - Ketahanan terhadap air kurang baik

    Salah satu kekurangan MDF adalah mudah menyerap air sehingga kayu akan mudah terserang jamur dan mengalami pelapukan. Oleh karena itu, penempatannya terbatas sebab hanya dapat diletakkan di area yang kering saja.

    - Memiliki debu tipis pada permukaan

    Pada bagian permukaan, MDF memiliki debu tipis yang dapat memicu asma dan gangguan pernapasan lainnya. Sehingga, sangat disarankan pada para pengrajin kayu untuk menggunakan masker saat mengerjakan.

    Sedangkan untuk para pengguna furniture MDF sebaiknya membuka bagian pintu atau laci selama beberapa hari sebelum digunakan. Hal tersebut bertujuan agar kandungan formaldehyde dan debu menghilang.

    Kayu MDF vs Particle board

    Salah satu persamaan particle board dan MDF adalah keduanya sama-sama jenis kayu olahan. Meski begitu, kedua kayu ini memiliki beberapa perbedaan. Simak perbedaan MDF dan particle board dalam ulasan berikut ini:

    1. Bahan baku

    Baik particle board maupun MDF sama-sama terbuat dari serbuk kayu. Hanya saja, tekstur kayu yang menjadi bahan baku pembuatan MDF lebih halus dibandingkan particle board.

    2. Kekuatan kayu

    Papan MDF yang dihasilkan lebih padat sehingga memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan particle board karena dibuat dari serbuk kayu yang lebih halus daripada particle board.

    3. Permukaan kayu

    Bahan baku kedua kayu ini tidak hanya mempengaruhi kekuatannya tetapi juga permukaan papan yang dihasilkan. Sebab, MDF memiliki permukaan yang jauh lebih halus daripada particle board. Hal tersebut membuat finishing dari furniture particle board tidak bisa di cat karena permukaannya yang kasar.

    4. Harga

    Kedua jenis kayu ini ditawarkan dengan harga yang berbeda di pasaran. Particle board biasanya dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan MDF dan kayu olahan lainnya.

    Contoh Pemanfaatan Kayu MDF

    Kayu MDF adalah kayu yang memiliki permukaan halus dengan tekstur yang sempurna tanpa lubang sehingga membuatnya cocok diolah menjadi berbagai furniture rumah. 

    Beberapa furniture yang dapat dibuat dari MDF adalah meja belajar, lemari, kusen jendela, laci serta furniture lainnya. Biasanya, furniture berbahan dasar MDF dijual dalam bentuk kerangka sehingga pengguna harus merakit sendiri.

    Itulah ulasan lengkap mengenai MDF board. MDF adalah salah satu jenis kayu buatan yang menjadi bahan alternatif dalam proses pembuatan beragam furniture. Daya tahan material kayu yang tak perlu diragukan serta beragam model yang ditawarkan membuat furniture MDF mudah disesuaikan dengan berbagai interior sehingga layak masuk ke dalam list dekorasi rumah impian Anda.

    Baca juga: Mengenal 8 Macam Jenis Kayu yang Ada di Indonesia