Keranjang Lihat Sekarang

    Home > Blog > Pondasi Tiang Pancang

    Pondasi Tiang Pancang - Bagian, Jenis, dan Kelebihannya

    Salah satu jenis pondasi yang bisa Anda gunakan untuk membangun hunian adalah pondasi tiang pancang. Jenis pondasi tiang pancang dibuat dengan bentuk tiang yang diproduksi di pabrik kemudian dimasukkan ke dalam tanah dengan metode tertentu. Pondasi ini sering digunakan karena sifatnya yang kokoh dan harganya yang relatif lebih murah dibandingkan jenis lainnya.

    Dalam sebuah struktur bangunan, biasanya pondasi tiang pancang beton terletak di bawah pile cap dan kolom. Dari letaknya tersebut, dapat diketahui bahwa salah satu kelebihan pondasi  tiang pancang yaitu untuk menopang bangunan dan meneruskan beban ke tanah yang ada di bawahnya. Semakin penasaran dengan jenis pondasi tiang pancang? Mari intip ulasan lengkapnya berikut.

    Bagian-bagian Pondasi Tiang Pancang

    Pondasi tipe tiang pancang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu tiang, bagian tengah, dan kaki pondasi. Agar lebih memahami peran bagian-bagian tersebut, yuk simak penjelasannya berikut.

    1. Kepala pondasi

    Bagian yang pertama disebut dengan tiang atau kepala pondasi. Kepala pondasi yang berada di permukaan tanah merupakan bagian yang akan disisakan dalam proses pemancangan. Dalam proses membangun rumah, bagian beton dari kepala tiang akan dibongkar untuk disatukan dengan tulangan pile cap. 

    2. Bagian tengah

    Selanjutnya, ada juga badan pondasi yang disebut dengan bagian tengah. Tidak seperti kepala pondasi yang berada di permukaan tanah, bagian tengah terletak di dalam tanah bersama kaki pondasi.

    3. Kaki pondasi

    Kemudian, bagian yang terletak di paling bawah dikenal dengan kaki pondasi. Kaki pondasi yang terbuat dari baja adalah bagian tiang pancang yang pertama kali menembus lapisan tanah. Pada kondisi tertentu, terkadang kaki pondasi akan diberi sepatu agar bisa menembus lapisan tanah keras. Agar lebih jelas, gambar struktur pondasi jenis tiang pancang beserta bagiannya bisa Anda cek di bawah ini.

    Jenis Pondasi Tiang Pancang

    Secara umum, pondasi tiang pancang dibagi menjadi dua macam. Pembagian ini didasarkan pada material penyusun dan ukuran tiang pancang. Anda dapat menemukan pondasi jenis tiang pancang yang terbuat dari kayu, profil baja, dan beton. Masing-masing jenis pondasi tiang pancang memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.

    Baca juga: 6 MODEL ATAP RUMAH MINIMALIS TERBARU UNTUK HUNIAN ANDA

    Jenis pondasi tiang pancang berdasarkan material penyusun

    Pondasi jenis tiang pancang dapat terbuat dari kayu serta profil baja. Ada juga tipe tiang pancang dari material beton yang selanjutnya dibedakan menjadi beton pracetak dan beton prategang. 

    1. Pondasi tiang kayu

    Material tiang pancang yang pertama adalah kayu. Pondasi tiang kayu memerlukan perlakuan khusus karena sifatnya yang berumur pendek dan tidak tahan terhadap kondisi alam. Kualitas pondasi bertiang kayu juga rawan akan gangguan serangga, jamur, dan air tanah.

    2. Pondasi profil baja

    Pondasi tiang dari profil baja biasanya mempunyai bobot ringan. Di samping kuat dan mampu menahan beban yang berat, penyambungan pondasi tiang dari profil baja dinilai mudah. Untuk melakukan penyambungan pada pondasi tiang baja, cukup gunakan metode pengelasan.

    3. Pondasi tiang pancang beton

    Kemudian, ada pula jenis pondasi tiang pancang beton yang dibagi menjadi beton pracetak dan beton prategang. Dua jenis pondasi beton ini dibuat terlebih dahulu di pabrik sebelum dibawa dan dipancang di lokasi proyek. Jenis pondasi tiang pancang beton prategang adalah pondasi beton yang di dalamnya menggunakan tendon.

    Dibandingkan jenis lain, pondasi tiang pancang beton dikenal karena mempunyai tegangan tekan yang lebih besar. Selain itu, tiangnya juga dapat dipancang hingga tingkat kedalaman yang dalam dan tahan akan berbagai pengaruh bahan-bahan korosif. Metode pemancangannya pun tidak dipengaruhi oleh air tanah. 

    Perbedaan utama dari empat jenis pondasi tiang pancang tersebut adalah diameter nominal, kedalaman optimum, dan beban maksimum yang dapat diterima. Berdasarkan kekuatannya, pondasi tiang pancang beton prategang adalah jenis tiang pancang yang paling kuat dibandingkan material penyusun lain.

    Jenis pondasi tiang pancang berdasarkan ukuran

    Ukuran pondasi tiang pancang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bangunan yang akan dibuat. Berdasarkan daya dukung tiangnya, pondasi tipe tiang pancang dibagi ke dalam tiga jenis.

    Micropile

    Micropile adalah pondasi jenis tiang pancang yang paling kecil. Mempunyai panjang sekitar 4 meter, jenis micropile hanya mampu menahan beban dengan berat 8 hingga 10 ton. Micropile memiliki tiga fungsi utama, yakni memperkuat tanah lunak, meningkatkan stabilitas lereng, dan mengurangi penurunan. Ukuran pondasi micropile berbentuk persegi adalah sekitar 10 cm, sedangkan micropile segitiga biasanya mempunyai size 16 cm.

    Mini pile

    Tiang pancang jenis mini pile sering digunakan sebagai pondasi pada bangunan bertingkat rendah seperti ruko. Dengan kekuatan menahan beban hingga 40 ton, mini pile umumnya memiliki panjang sekitar 3 hingga 6 meter. Sementara itu, ukuran tiang pancang mini pile persegi yakni 20 cm dan 32 cm untuk mini pile berbentuk segitiga.

    Big pile

    Big pile adalah jenis pondasi tiang pancang yang paling besar. Tipe big pile kuat menahan beban hingga 200 ton dan kerap digunakan sebagai pondasi jembatan atau bangunan bertingkat sedang seperti apartemen dan hotel.

    Kelebihan Pondasi Tiang Pancang

    Menggunakan tiang pancang untuk struktur utama hunian bisa jadi pilihan yang tepat karena pondasi ini mempunyai beberapa kelebihan dan keunggulan dibandingkan jenis lain. 

    Kelebihan pondasi tiang pancang yang pertama adalah kualitasnya yang baik. Sebagai catatan, pondasi tipe tiang pancang diproduksi di pabrik dan selalu melewati proses quality control. Tahap inilah yang membuat pondasi tipe tiang pancang memiliki mutu dan kualitas terjamin. 

    Di samping kualitas, pondasi jenis tiang pancang juga mampu mencapai kedalaman berapapun. Kelebihan ini diwujudkan melalui proses penyambungan tiang pancang. Penyambungan pondasi jenis tiang pancang bisa dilakukan dengan mengelas, melapisi sambungan dengan plat, memakai baut, atau menggunakan soket.

    Berdasarkan penelitian, harga tiang pancang lebih murah dibandingkan jenis pondasi dalam yang lain. Di pasaran, tentu Anda bisa menemukan pondasi jenis tiang pancang dengan harga yang bervariasi. Namun perlu diketahui pula bahwa harga tersebut belum termasuk biaya antar dan pemancangan tiang.

    Kekurangan Pondasi Tipe Tiang Pancang

    Sebelum mantap menggunakan tiang pancang, Anda juga perlu mengetahui kekurangan pondasi ini. Pemasangannya yang rumit adalah salah satu hal utama mengapa pondasi jenis tiang pancang tidak dipilih.

    Biasanya, pondasi tipe tiang pancang jarang digunakan pada bangunan yang terletak di lokasi padat penduduk. Alasannya, kebisingan yang terjadi saat pemasangan pondasi bisa mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

    Selain itu, aksesibilitas lokasi proyek yang akan menggunakan pondasi tipe tiang pancang juga perlu diperhatikan. Jika lokasi proyek tidak bisa diakses oleh alat berat dan mempersulit proses antar, urungkan niat Anda untuk menggunakan pondasi ini. Tak hanya itu, proses pemasangan pondasi jenis tiang pancang yang menggunakan diesel hammer atau hydraulic hammer hanya bisa dilakukan oleh operator profesional. 

    Setelah membaca ulasan dan kelebihan serta kekurangan tiang pancang, apakah Anda semakin tertarik menerapkannya pada pondasi hunian? Anda pun bisa berkonsultasi dengan kontraktor dan jasa profesional dalam pemilihan jenis pondasi lain yang cocok untuk hunian.

    Selain artikel tentang pondasi bangunan, iCreate juga mempunyai banyak informasi lain seputar desain rumah. Di samping itu, iCreate jual furniture berkualitas dengan model yang bervariasi. Yuk lengkapi kebutuhan rumah dengan koleksi iCreate!

    Baca juga: 12 MODEL PINTU RUMAH MINIMALIS MODERN TERBARU 2021