Keranjang Lihat Sekarang

    Home > Blog > Rumah Adat Di Indonesia

    20 Macam Rumah Adat di Indonesia Populer dan Daerah Asalnya

    Keanekaragaman suku bangsa dan adat istiadat merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Salah satu wujud kekayaan budaya tersebut dapat dilihat dari rumah adat tradisional di tiap daerah. Rumah adat di Indonesia memiliki keunikan bentuk serta struktur yang dilatar belakangi oleh tradisi suku dan budayanya masing-masing.

    Bila dihitung berdasarkan provinsi saja, tercatat ada 34 rumah adat di Indonesia. Padahal, ada beberapa provinsi yang memiliki lebih dari satu jenis rumah adat. Dengan banyaknya rumah adat di Indonesia, mungkin hanya sebagian saja yang pernah kita lihat dan ketahui. Karena itu, ada 20 rumah adat di Indonesia yang terkenal dan perlu Anda tahu sehingga bisa jadi referensi model tempat tinggal selanjutnya.

    Macam-Macam Rumah Adat di Indonesia

    Rumah adat di Indonesia hingga kini tetap dilestarikan oleh setiap daerah. Ada lebih dari 40 daerah memiliki macam-macam rumah adat tradisional yang unik. 10 di antaranya dapat Anda jadikan referensi model rumah yang unik.

    1. Rumah Adat Aceh: Krong Bade

    Rumah Adat Aceh: Krong Bade

    Sumber: roomah.id

    Rumah adat Indonesia Krong Bade berasal dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Ciri khas rumah ini terletak dari adanya anak tangga berjumlah ganjil di bagian depan rumah. Tangga tersebut tak hanya dipakai sebagai jalur keluar masuk, namun diibaratkan pula untuk tempatnya rezeki masuk dan menyebar ke seluruh rumah.

    2. Rumah Adat Sumatera Utara: Bolon

    Rumah Adat Sumatera Utara: Bolon

    Sumber: worldofghibli.id

    Sumatera Utara memilih rumah adat tradisional yang unik dan populer, yakni rumah adat Bolon. Rumah Bolon merupakan rumah khas batak yang hampir seluruhnya berbahan kayu dan bentuk panggung. Dulunya rumah ini menjadi tempat tinggal para raja di Sumatera Utara, tetapi sekarang pun masyarakat setempat bisa menempatinya.

    3. Rumah Adat Sumatera Barat: Rumah Gadang

    Rumah Adat Sumatera Barat: Rumah Gadang

    Sumber: lezgetreal.com

    Beralih ke Minangkabau Sumatera Barat, terdapat rumah adat Indonesia yang tersohor sejak lama yaitu Rumah Gadang. Hingga kini pun masih banyak ditemukan Rumah Gadang di daerah asalnya, bangunannya pun tetap berdiri kokoh dengan model panggung. Tak hanya di Indonesia, ada pula Rumah Gadang yang berasal dari Malaysia. Hal tersebut dikarenakan dulunya kebudayaan melayu terus menyebar hingga Semenanjung Malaya.

    4. Rumah Adat Riau: Selaso Jatuh Kembar

    Rumah Adat Riau: Selaso Jatuh Kembar

    Sumber: borneochannel.com

    Rumah adat di Indonesia selanjutnya adalah Selaso Jatuh Kembar. Berasal dari Provinsi Riau, rumah adat ini biasanya disebut juga Balai Salaso Jatuh. Dulunya, rumah Selaso merupakan tempat tinggalnya pada datuk atau pemangku adat. Berbentuk panggung dengan tingginya sekitar 1 - 2,5 meter. Rumah adat Indonesia ini secara keseluruhan terbuat dari bahan alam, termasuk atapnya berasal dari daun rumbia yang diikat rotan pada tulang atap.

    5. Rumah Adat Jambi: Panggung Kajang Leko

    Rumah Adat Jambi: Panggung Kajang Leko

    Sumber: goodnewsfromindonesia.id

    Jambi termasuk provinsi di Sumatera Utara yang selalu melestarikan kebudayaannya, termasuk rumah adat Panggung Kajang Lengko. Rumah adat di Indonesia ini berbentuk persegi panjang dipenuhi struktur konstruksi dan ukiran yang menghiasi ruangan. Bentuk persegi panjang tersebut dimaksudkan untuk memudahkan menyusun ruangan yang disesuaikan oleh fungsi. Ujung atapnya berbentuk melengkung ke atas seperti perahu sehingga lebih kokoh. Biasanya rumah adat di Indonesia ini memakai bahan kayu ulin yang tumbuh di wilayah Jambi.

    6. Rumah Adat Maluku: Baileo

    Rumah Adat Maluku: Baileo

    Sumber: sandfordfumc.org

    Rumah Baileo termasuk rumah panggung berbentuk persegi dengan tinggi sekitar 1-2 meter. Hampir setiap kerangka rumah ini terbuat dari kayu, sedangkan dindingnya berasal dari tangkai rumbia atau kerap disebut gaba-gaba. Rumbia tersebut memiliki ukuran besar sehingga terkesan leluasa sekaligus kokoh. Pada atapnya ditopang dengan tiang sambungan berukuran kecil. Di rumah Baileo terdapat ukiran bergambar dua ekor ayam saling berhadapan yang diapit dua ekor anjing di kanan-kiri ayamnya. Ukiran ini memiliki bermakna kemakmuran dan kedamaian.

    7. Rumah Adat Papua: Honai

    Rumah Adat Papua: Honai

    Sumber: broonet.com

    Papua dikenal dengan keberagaman budayanya, salah satunya adalah rumah adat tradisional Honai. Rumah Honai berbentuk lingkaran dengan rangka kayu dan anyaman sebagai dinding. Atapnya berbentuk kerucut, terbuat dari jerami yang disusun rapi di atas rangka kayu sampai sekiranya tidak membuat celah. Sebagai salah satu tempat tinggal, rumah Honai tergolong mungil juga di dalamnya terdapat dua atau tiga ruangan saja. Namun terlepas dari bentuk dan ukurannya, salah satu rumah adat di Indonesia ini memberikan nuansa sejuk layaknya berada di alam bebas.

    8. Rumah Adat Teluk Cendrawasih: Lgkojei

    Rumah Adat Teluk Cendrawasih: Lgkojei

    Sumber: channel-e.co.id

    Suku Wamesa mewariskan budaya rumah adat Lgkojei sebagai kebudayaan yang perlu dilestarikan. Rumah Lgkojei merupakan rumah panggung yang modelnya cenderung modern dan sederhana. Terlihat dari banyaknya lubang cahaya dan ventilasi udara, kebanyakan wisatawan yang datang ke Teluk Cendrawasih menyebutnya dengan rumah adat perkembangan. Terlebih, rumah ini memiliki dua jenis tiang, yakni tiang rendah dan tiang tinggi yang masing-masing memiliki filosofi sebagai pelindung ancaman kejahatan, binatang liar sampai ilmu hitam.

    9. Rumah Adat Jawa Tengah: Joglo

    Rumah Adat Jawa Tengah: Joglo

    Sumber: pingpoint.co.id

    Rumah Joglo memiliki filosofi dan keunikan pada bangunannya, sehingga sampai sekarang pun menjadi salah satu warisan budaya tersohor di Indonesia.  Bentuk bangunannya besar dengan 4 tiang utama yang dinamai saka guru. Saka guru menjadi pondasi utama untuk membangun rumah Joglo karena fungsinya sebagai penopang seluruh rangka bangunan.  Selain itu, rumah adat ini juga memiliki teras luas tidak memakai sekat, dilengkapi jendela besar dan tertata.

    Baca juga: 9 MODEL RUMAH JOGLO MODERN, UNIK DENGAN UNSUR BUDAYA

    10. Rumat Adat Betawi: Kebaya

    Rumat Adat Betawi: Kebaya

    Sumber: melex.id

    Disebut sebagai rumah Kebaya karena bentuk atapnya serupa dengan lipatan pelana. Jika dilihat dari sisi samping, lipatan-lipatan tersebut terlihat seperti kebaya sehingga menonjolkan kesan menarik dan cantik. Sebagian besar menggunakan material bambu dan kayu, pastinya jenis rumah adat di Indonesia ini kokoh juga tahan terhadap segala cuaca. Ciri khas lainnya adalah terdapat langkan, yakni salah satu bagian rumah yang berpagar rendah sebagai serambi rumah.

    11. Rumah Adat Banten: Baduy

    Rumah Adat Banten: Baduy

    Sumber: gotravelly.com

    Dapat ditebak dari namanya, rumah Baduy adalah nama tempat tinggal khas suku Badui yang mana merupakan kelompok etnis masyarakat di Banten. Bentuk rumahnya sering dikenal dengan Julang Ngapak, begitu pula dengan gaya bangunannya seperti rumah panggung. Pada bagian atap terdiri dari daun sulah nyanda dan sisi bilik serta pintu rumah terbuat dari anyaman bambu yang disusun vertikal. Rumah Baduy terdiri dar 3 bagian, yakni sosoro, tepas dan imah. Masing-masing bagiannya memiliki fungsi tersendiri juga menjadi penentu letak ruangan.

    12. Rumah Adat Jawa Barat: Rumah Sunda

    Rumah Adat Jawa Barat: Rumah Sunda

    Sumber: saintif.com

    Rumah panggung Sunda memiliki ciri khas tangga yang pendek, berbeda dengan rumah panggung Kalimantan dan Sumatera. Di Jawa Barat, rumah Sunda memiliki ciri berbeda pada setiap daerah, seperti atapnya terdiri dari jolopong, perahu kemureb, bedak heuay, pongpok, apit gunting, jublek dan masih banyak lagi. Secara umum rumah adat di Indonesia ini memiliki struktur atap gaya kampung atau pelana yang dibangun di atas panggung pendek.

    13. Rumah Adat NTB: Dalam Loka

    Rumah Adat NTB: Dalam Loka

    Sumber: meandyouculture.blogspot.com

    Kebudayaan Nusa Tenggara Barat tak lepas dari konsep terbuka, termasuk pada rumah adatnya yaitu Dalam Loka. Model rumah ini berasal dari Suku Sumbawa, Dompu, Sasak dan Dongu. Dulunya rumah Dalam Loka hanya ditinggali oleh kepala adat dan raja, tetapi kini bahkan masyarakat setempat pun dapat bertempat tinggal dengan nyaman di rumah ini. 

    Rumah jenis ini juga termasuk dalam hunian berkonsep minimalis karena tidak banyak ornamen atau ukiran yang menghiasi, kesan sejuk dan luas dapat Anda rasakan ketika memasukinya. 

    14. Rumah Adat Kalimantan Barat: Panjang

    Rumah Adat Kalimantan Barat: Panjang

    Sumber: celebes.co

    Beralih ke daerah Kalimantan Barat, terdapat rumah adat unik dan terkenal sampai sekarang, yakni rumah Panjang. Rumah ini berasal dari suku Dayak, ukurannya besar dan termasuk konsep rumah panggung. Dinamai rumah panjang karena ukuran panjangnya sekitar 138 meter dan tinggi 7 meter, sedangkan panjang maksimalnya dapat mencapai 300 meter.

    15. Rumah Adat Kalimantan Tengah: Betang

    Rumah Adat Kalimantan Tengah: Betang

    Sumber: daerahkita.com

    Rumah Betang dapat ditemui hampir di setiap penjuru Kalimantan. Kebanyakan dihuni oleh masyarakat Dayak terutama di daerah hulu sungai. Konsep rumahnya bentuk panggung dengan panjang mencapai 30-150 meter, lebar 10-30 meter dan tingginya kurang lebih 3-5 meter. Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk membuat rumah adat di Indonesia ini, misal harus menempatkan hulu searah dengan arah matahari terbit serta hilirnya searah dengan arah matahari terbenam.

    16. Rumah Adat Bali: Gapura Candi Bentar

    Rumah Adat Bali: Gapura Candi Bentar

    Sumber: berbol.co.id

    Mendengar nama Bali, Anda pasti sudah membayangkan soal rumah adatnya yang unik. Bernama Gapura Candi Bentar, bentuk rumah adat di Indonesia ini terkesan indah dengan berbagai bentuk ukiran yang menghiasi sisi bangunan. Masyarakat Bali terkenal dengan unsur seni yang tinggi, Anda dapat menerapkan beberapa bagian arsitektur Bali seperti di bagian gapura atau struktur rumahnya. Materialnya didominasi oleh batu bata dan tanah liat sehingga kokoh dan tidak mudah retak.

    17. Rumah Adat Toraja: Tongkonan

    Rumah Adat Toraja: Tongkonan

    Sumber: steprimo.com

    Suku Toraja membangun rumah adat yang terkesan elegan dan menarik, rumah Tongkonan julukannya. Atap melengkung dan menjulang layaknya haluan kapal, sedangkan arsitektur bangunannya mirip dengan bangunan suku Bugis. Ciri khas lainnya ada pada teras yang luas serta anak tangga berjumlah ganjil. Untuk material bangunannya sebagian besar memakai bahan dari alam seperti anyaman, kayu dan bambu.

    18. Rumah Adat Maluku Utara: Sasadu

    Rumah Adat Maluku Utara: Sasadu

    Sumber: rimbakita.com

    Nama Sasadu diambil dari kata Sasa-Sela-Lmo atau besar dan Tata Dus -Tadus atau berlindung. Sasadu berarti berlindung di dalam rumah besar. Bentuk rumah adat di Indonesia ini berkonsep rumah panggung, sedangkan material bangunannya menggunakan batang pohon sagu. Sedangkan pada bagian atap rumah memakai anyaman daun sagu. Uniknya lagi, rumah Sasadu tidak menggunakan pintu atau dinding penutup, tanpa memakai paku sehingga memanfaatkan bahan alam seperti pasak kayu.

    19. Rumah Adat di Indonesia daerah Lampung: Rumah Nuwo Sesat

    Rumah Adat di Indonesia daerah Lampung: Rumah Nuwo Sesat

    Sumber: lampung.co

    Dari namanya saja sudah terdengar unik, rumah Nuwo Sesat menjadi salah satu kebudayaan yang hingga sekarang dilestarikan keberadaannya. Fungsi utama rumah ini adalah sebagai tempat pertemuan adat para purwatin atau penyeimbang adat untuk melakukan musyawarah. Selain itu, Nuwo Sesat memiliki bentuk serupa dengan rumah panggung. Materialnya didominasi kayu dan anyaman ilalang pada atapnya.

    20. Rumah Adat Tradisional Sulawesi Utara: Walewangko

    Rumah Adat Tradisional Sulawesi Utara: Walewangko

    Sumber: theinsidemag.com

    Rumah adat di Indonesia selanjutnya berasal dari Suku Minahasa, dimana merupakan salah satu suku terbesar yang mendominasi wilayah Sulawesi Utara. Rumah Walewangko atau rumah pewaris tergolong sebagai rumah panggung dengan material kayu pada tiang penopangnya. Seperti rumah adat Indonesia kebanyakan, Walewangko memiliki filosofi tersendiri mulai dari dekorasi, gaya arsitektur dan fungsi yang erat kaitannya dengan adat suku setempat.

    Macam-macam rumah adat di Indonesia semakin membuktikan bahwa Indonesia memiliki warisan kekayaan budaya yang sangat beragam. Jadi, meskipun Anda tinggal di Pulau Jawa, bisa ikut melestarikan warisan budaya dengan memberikan sentuhan budaya adat dalam model hunian sesuai keinginan.

    Baca juga: 10 DESAIN RUMAH BALI MODERN MINIMALIS DAN ARTI ARSITEKTURNYA