Keranjang Lihat Sekarang

    Home > Blog > Rumah Tahan Gempa

    8 Desain Rumah Tahan Gempa dan Tips Khusus Pondasinya

    Indonesia merupakan salah satu negara rawan gempa karena terletak di atas pertemuan tiga lempeng dan termasuk dalam wilayah cincin api Pasifik. Bencana gempa yang tak bisa diprediksi seharusnya membuat kita lebih waspada dan berhati-hati. Oleh karena itu, rumah tahan gempa diperlukan sebagai bentuk antisipasi untuk menghadapinya.

    Majunya perkembangan teknologi konstruksi menghasilkan penemuan struktur pondasi yang membuat suatu bangunan tahan akan gempa, termasuk rumah. Lalu bagaimana sebenarnya bentuk dan desain rumah tahan gempa? Dan apa saja yang perlu diperhatikan dalam membuat pondasi rumah tahan gempa? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

    8 Desain Rumah Tahan Gempa

    Bagi Anda yang baru mengetahui bahwa rumah dapat dibangun dengan konstruksi khusus sehingga tahan akan gempa, pasti penasaran bagaimana ya kira-kira bentuknya? Yuk lihat 8 ide desain rumah tahan gempa yang tampil cantik dan aman berikut

    1. Rumah RIKA

    RIKA merupakan singkatan dari Rumah Instan Kayu. Desain rumah ini termasuk sederhana dan tidak membutuhkan lahan luas. Material yang dipakai yakni kayu rekayasa atau kayu massal. 

    Walau termasuk kayu kualitas rendah seperti karet, sengon dan akasia, kayu-kayu tersebut masih melalui proses olah kembali dengan sistem Laminate Venerr Lumber (LVL) sampai menjadi kayu kualitas kelas satu. 

    Dengan material yang kokoh tersebut membuat rumah RIKA tidak kalah saing dengan rumah lainnya. Material rumah dengan bahan kayu menjadi alternatif untuk mengantisipasi efek gempa, tentu karena sifatnya yang lebih ringan dibandingkan beton.

    Konsep rumah ini akan cocok dijadikan pilihan hunian bagi Anda yang tinggal di daerah rawan gempa. Misalnya dekat gunung berapi maupun lintasan pergeseran lempeng bumi seperti pulau Jawa.   

    2. Rumah RISHA

    Selain RIKA, ada pula rumah Rumah Instan Sederhana Sehat atau singkatnya rumah RISHA. Desain rumah tahan gempa satu ini dapat dibangun kapanpun dan dimanapun, sebab termasuk hunian dengan pembuatan tersingkat dalam keadaan darurat. 

    RISHA tidak dibangun dengan material konvensional seperti batu bata atau semen, melainkan menggabungkan panel-panel beton dengan baut. Rumah ini mengusung konsep bongkar pasang dimana pekerja tidak membutuhkan denah rumit atau campur tangan komponen mahal. 

    Karena sederhana, desain rumah ini termasuk yang diminati kebanyakan orang sebagai hunian praktis dan efektif mengantisipasi gempa.

    3. Rumah Dome

    Dome bukan sekadar model hunian dengan pondasi rumah tahan gempa, melainkan tempat tinggal dengan desain bangunan unik layaknya bentuk rumah adat papua. Material dinding yang menyatu dengan atap menjadikan rumah ini tahan lebih baik ketika terserang gempa. Konstruksinya pun kokoh karena tidak memakai atap bata, melainkan kayu, beton dan besi. 

    Konsep rumah Dome dibuat sedetail mungkin mulai dari pondasi, sloof sampai teknik sambungan penulangan rumah dengan “ring balk” memakai kolom ujung. Pondasinya juga dijamin kuat karena dilatar belakangi adanya pasi sedalam 20 cm sebagai peredam getaran.

    4. RUSPIN

    Rumah Unggul Sistem Panel atau RUSPIN menggunakan teknologi terbaru dalam pembangunannya. Sistem yang dipakai mirip dengan rumah RISHA, yakni bongkar pasang. 

    RUSPIN mudah dibangun berkat teknologi konstruksi yang lebih maju, serta memasangnya pun tak membutuhkan waktu lama atau bahkan kurang dari satu bulan. 

    Selain menghemat pengeluaran dan mudah dibangun, kekuatan pondasi rumah tahan gempa ini sudah diuji berkali-kali dan tetap terbukti kokoh.

    5. Rumah Tanpa Kayu

    Bagaimana bentuk dasar hunian tanpa material kayu? Tentu Anda dapat menemukannya pada pondasi rumah tahan gempa. Keterbatasan bahan dan jangka waktu merupakan alasan utama adanya Rumah Tanpa Kayu. 

    Materialnya berupa campuran semen dan serat fiber sebagai pengganti kayu, bersifat lentur dan sulit roboh sehingga fleksibel ketika terjadi goncangan. Selain tahan gempa, rumah ini pun memiliki kekuatan akan serangan rayap, percikan api dan dapat dibangun dalam waktu singkat. 

    6. Barrataga

    Hunian Barrataga atau Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa mirip dengan rumah tradisional Joglo. Desain rumah ini digarap oleh Pakar Rekayasa Kegempaan Universitas Islam Indonesia.

    Materialnya terdiri dari beton kolom, balok tepi alas, balok sawah dan balok lantai yang disambung dengan simpul. Di samping bahan bangunannya yang kokoh, penguatan besi tulang yang saling mengait juga menambah kekuatan pondasi rumah anti gempa ini. Namun, akan lebih kuat lagi jika besi tulang memakai bambu dan kayu.

    7. Growing House

    Growing House merupakan desain rumah tahan gempa ciptaan mahasiswa UGM. Bahkan dulunya, rumah ini pernah memenangkan sayembara desain perumahan di Jepang yang minimalis sekaligus memiliki fungsi menarik. Konsep Growing House dibagi menjadi tiga tahap, yakni home for all, space for all dan life for future yang mana memiliki fungsi masing-masing terhadap keamanan serta kenyamanan penghuninya.

    Kehadiran hunian ini disambut baik oleh pemerintah Jepang mengingat fungsinya sebagai antisipasi terhadap bahaya gempa.

    8. Rumah Konsep Jepang

    Kebanyakan rumah di Jepang berkonsep hunian yang rapat dengan pondasi dan tiang sebagai penumpu. Rumah Konsep Jepang dominan memakai material sirap atau seng karena lebih ringan daripada atap genteng. 

    Konsep inipun efektif mengurangi risiko goncangan gempa karena lebih ringan dan bebas rayap. Karena pondasinya yang rapat, komponen rumah saling terikat satu sama lain sehingga tidak mudah goyah. 

    Terlepas dari fungsi utamanya, desain rumah Jepang pun terbilang asri juga nyaman sebab memiliki banyak ventilasi.

    Tips Desain Rumah Tahan Gempa

    Unik bukan bentuk desain rumah tahan gempa di atas? Sebelum mulai membangunnya, pahami dulu beberapa tips seputar desain dan pondasi rumah tahan gempa berikut. 9 tips berikut tentu bertujuan agar struktur hunian yang Anda bangun benar-benar kokoh dan kuat.

    1. Pahami kualitas tanah dan rencana denah

    Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum memasang pondasi rumah tahan gempa adalah memahami kualitas tanah serta rencana denah seluruh bangunan. Pastikan karakteristik tanah yang Anda beli sudah cukup padat dan keras sehingga tidak akan terlalu mempengaruhi kekuatan pondasi rumah tahan gempa saat terjadinya guncangan.

    2. Gunakan bahan dasar pondasi berkualitas yang tepat

    Kuatnya suatu pondasi tentu banyak dipengaruhi oleh pemilihan bahan dasar dan perhitungan komposisinya. Oleh karena itu, pilih bahan berkualitas terbaik untuk menjaga mutu pondasi yang akan dibangun. Sesuaikan juga komposisi pondasi yang tepat, termasuk campuran pasir, kerikil, semen, dan airnya.

    3. Perhatikan kekuatan pondasi

    Pondasi rumah tahan gempa merupakan hal utama yang wajib diperhatikan saat akan mendirikan bangunan. Sebab, daya tahan pondasi akan mempengaruhi kekokohan seluruh bangunan di atasnya. Tanam pondasi setidaknya 60-75 cm ke dalam tanah dan pastikan setiap potongan besinya telah terhubung dengan sempurna.

    4. Rancang struktur rumah dengan simetris

    Walau tertarik dengan desain kekinian yang tampaknya asimetris, pastikan bahwa struktur bangunannya tetap dibuat simetris dan fungsional. Alasannya, bentuk simetris dianggap mampu menyokong keseluruhan bangunan rumah lebih seimbang dan rata. Tidak ada satu bagian yang berat sebelah, sehingga tiang pancang dapat lebih mempertahankan kedua sisinya.

    5. Perhitungkan ketinggian bangunan

    Tidak semua pondasi mampu menahan jumlah beban yang sama. Terkadang, beberapa pondasi dibuat khusus sesuai rencana denah yang ada, termasuk jumlah lantai dan ketinggiannya. Oleh sebab itu, penting untuk memiliki rencana denah bangunan dari awal. Rencana denah akan membantu Anda memperhitungkan pemilihan jenis konstruksi.

    6. Bentuk struktur bangunan yang fleksibel

    Bukan hanya simetris, sebaiknya pilihan desain rumah tahan gempa yang Anda rencanakan telah dibekali oleh struktur fleksibel. Hal ini penting untuk menjaga kekuatan pondasi dan desain rumah tahan gempa agar tidak mudah retak. Selain itu, desain rumah tahan gempa yang rumit dan tidak fleksibel hanya akan membuat kekuatan pondasinya gagal berfungsi dengan maksimal.

    7. Terapkan konstruksi khusus

    Berbeda dengan struktur bangunan lainnya, desain rumah tahan gempa tentu memerlukan beberapa konstruksi khusus yang sesuai dengan ketentuan. Mulai dari penggunaan beton bertulang, struktur dinding terkekang, pemilihan isolasi basis, hingga pemasangan pipa khusus. Seluruh hal tersebut dilakukan untuk memastikan pondasi rumah tahan gempa yang dibuat benar-benar kuat dan kokoh.

    8. Pilih bahan material yang sesuai

    Tak cukup hanya dengan pondasi, sempurnakan lagi desain rumah tahan gempa impian Anda dengan memilih bahan-bahan material yang juga berkualitas. Mulai dari, atap, bata, kayu, kaca, hingga kusen dan jendelanya. Hindari penggunaan material berat yang berpotensi menambah beban pondasi. Sebaliknya, manfaatkan material alternatif yang lebih ringan dan fleksibel.

    9. Lakukan perawatan secara rutin

    Setelah selesai dibangun, bukan berarti hunian Anda akan selalu kokoh. Untuk menjaga kekuatannya, pastikan untuk selalu memperhatikan kualitas dan keutuhan desain rumah tahan gempa. Bila perlu, konsultasikan dengan ahlinya jika memang ada beberapa kendala yang tidak dapat Anda perbaiki dan tangani sendiri.

    Itulah beberapa ide desain dan 10 tips khusus yang dapat Anda ikuti untuk membuat rumah tahan gempa. Menerapkan desain rumah tahan gempa akan membuat Anda lebih siaga sehingga mengurangi kepanikan selama guncangan berlangsung. Jadi, perhitungkan dengan baik dan coba pertimbangkan kembali untuk menerapkan struktur pondasi rumah tahan gempa.

    Selain kekuatan konstruksi bangunan, Anda juga harus memperhatikan keutamaan dari setiap barang yang ada di dalam rumah, termasuk perabotnya. Pastikan, hunian Anda berisi furniture berkualitas dengan desain menarik hanya dari iCreate.

    Baca juga: 12 INSPIRASI RUMAH ATAP MIRING BESERTA KARAKTERISTIKNYA