Keranjang Lihat Sekarang

    Home > Blog > Tembok Retak

    7 Penyebab Tembok Retak, Jenis, dan Cara Mengatasinya

    Persoalan tembok retak memang masih jadi salah satu masalah pembangunan yang dialami banyak orang. Di samping mengganggu pemandangan, dinding retak juga bisa menyebabkan kerusakan lain yang mengancam konstruksi bangunan dan keselamatan penghuni di dalamnya. Jadi, jangan dibiarkan begitu saja! Coba cari tahu detail dan pahami perkiraan penyebab tembok retak di rumah.

    Ada banyak penyebab tembok retak yang cukup umum ditemui pada suatu bangunan tempat tinggal. Mulai dari faktor alami hingga pemicu buatan yang terjadi sebelum maupun setelah proses pembangunan. Untuk itu, kenali beberapa penyebab tembok retak dan berbagai cara mengatasinya lengkap dalam ulasan berikut!

    Penyebab Tembok Retak

    Sebelum terlanjur memperbaiki keretakan pada dinding, sebaiknya pahami dulu apa sumber utama pemicunya. Siapa tahu, penyebab tembok retak sebenarnya bisa Anda cegah sedini mungkin. Oleh karena itu, simak beberapa hal yang menyebabkan dinding retak berikut ini.

    1. Turunnya permukaan tanah

    Permukaan tanah yang tiba-tiba menurun jadi penyebab tembok retak yang paling banyak ditemukan pada bangunan. Ada banyak alasan yang dapat mempengaruhi turunnya permukaan tanah. Mulai dari gempa bumi, hingga faktor lokasi dari bangunan itu sendiri. Misalnya, bangunan yang dibangun di atas tanah basah biasanya beresiko lebih besar untuk mudah retak.

    2. Kurangnya kualitas material penyusun dinding

    Kualitas penyusun dinding yang rendah juga faktor penyebab tembok retak lainnya yang terjadi karena kelalaian manusia dan sebenarnya dapat dihindari sedini mungkin. Oleh karena itu, sebelum mulai membangun pastikan bahan material penyusun pilihan Anda benar-benar kokoh dan berkualitas sehingga dapat bertahan lama.

    3. Adanya kerusakan struktur bangunan

    Retakan pada dinding biasanya ditandai dengan adanya kerusakan struktur dinding pada bangunan. Umumnya, kerusakan struktur tembok ini diakibatkan oleh beberapa hal seperti benturan keras hingga kurangnya kemampuan konstruksi dalam menahan beban berat bangunan.

    4. Kelebihan beban muatan

    Kemampuan kekuatan konstruksi yang tidak sesuai dengan topangan berat beban di atasnya tentu akan membuat struktur dinding melemah dan akhirnya retak. Biasanya, retakan karena kelebihan beban muatan diakibatkan oleh tiang penyangga kolom bangunan yang tidak berfungsi dengan semestinya. Akibatnya, dinding pun harus ikut menumpu sebagian beban.

    5. Penggunaan acian dan plester yang kurang tepat

    Meski sering disepelekan, nyatanya penggunaan acian dan plester yang kurang tepat juga bisa menjadi penyebab tembok retak. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain seperti acian dikerjakan bahkan sebelum plester mengering sempurna. Kemudian takaran plester atau acian kurang sesuai, hingga pengerjaan yang terkesan buru-buru dan asal.

    6. Lapuknya kusen kayu

    Kusen rumah yang terbuat dari kayu pasti akan mengalami proses pelapukan saat sudah terlalu lama diganti dan tidak digunakan. Biasanya, pelapukan kusen kayu ini juga dapat mempengaruhi area sekitarnya sehingga ikut memuai bahkan retak. Jadi, coba cek apakah kusen kayu di rumah masih dalam kondisi yang prima ataukah tidak.

    7. Campuran bahan material yang tidak sesuai

    Percampuran dua bahan berbeda yang saling berlawanan dan tidak sesuai bisa jadi salah satu penyebab tembok retak selanjutnya. Biasanya, pertemuan dua bahan yang tidak cocok ini terjadi pada acian atau plester. Caranya, jauhi penggunaan bahan-bahan tersebut dan jangan gabungkan struktur beton dengan bata, kayu, serta hindari plesteran pipa listrik maupun air di dalam dinding. Sebab seluruh hal tersebut dianggap mampu membuat dinding menjadi retak.

    Baca juga: 9 CARA MENGHILANGKAN KARAT PADA BESI, PRAKTIS DAN EFEKTIF!

    Jenis Tembok Retak

    Beda jenis retakan, ternyata lain pula cara penanganannya. Jangan sampai salah! Berikut beberapa jenis tembok retak yang dilihat berdasarkan penyebab, bentuk, dan arahnya. 

    Berdasarkan penyebabnya

    Retak tekan

    tembok retak tekan

    Sumber: cdn1-production-images-kly.akamaized.net

    Pada kebanyakan kasus, retak tekan biasanya diakibatkan oleh tumpuan beban dinding yang terlalu berat sehingga menyebabkan terjadinya kegagalan kolom ring balok pada pondasi. Umumnya, retakan tekan ditemukan pada bangunan yang memiliki jumlah lantai lebih dari satu.

    Retak susut

    tembok retak susut

    Sumber: cdn.popmama.com

    Walau lebih mudah ditangani dan tidak membutuhkan biasa perbaikan yang besar, Anda harus tetap berhati-hati akan retak susut. Ada dua jenis retakan susut yang banyak ditemui yaitu tipe plastis dan kering. Retak susut plastis biasanya disebabkan oleh pertemuan dua bahan material berbeda sementara tipe kering terjadi karena kandungan plester dan semen yang terlalu banyak.

    Retak tarik

    tembok retak tarik

    Sumber: nativelib.net

    Retakan tarik biasanya terjadi karena permukaan tanah yang menurun. Penurunan inilah yang akhirnya menyebabkan pergeseran konstruksi bangunan di atasnya sehingga dinding pun ikut meretak. Retak tarik banyak terjadi karena pemadatan bagian bawah pondasi yang biasanya tidak merata dengan sempurna.

    Berdasarkan bentuk dan arah retakan

    Retak horizontal

    tembok retak horizontal

    Sumber: i1.wp.com

    Sesuai namanya, retak horizontal biasanya memang banyak ditemui dalam bentuk memanjang ke samping. Retak horizontal merupakan salah satu yang paling berbahaya karena dapat mengakibatkan tembok bergeser dan miring signifikan. Bila dibiarkan begitu saja, bangunan bisa runtuh akibat pergeseran tanah atau pondasi secara tiba-tiba.

    Retak vertikal

    tembok retak vertikal

    Sumber: i0.wp.com

    Berbeda dengan tipe horizontal, retak vertikal yang memanjang dari atas ke bawah biasanya disebabkan oleh kurangnya penggunaan bahan material saat proses pembangunan. Oleh karena itu, selalu pastikan agar komposisi material yang Anda gunakan sudah sesuai takaran sebagaimana mestinya.

    Retak diagonal

    tembok retak diagonal

    Sumber: lh3.googleusercontent.com

    Meski jarang ditemukan, retak diagonal yang merupakan gabungan tipe horizontal dan vertikal ini tetap perlu Anda waspadai. Biasanya, retakan diagonal diakibatkan oleh pengerjaan dinding yang dilakukan asal dan sembarangan. Jadi sebenarnya, retak diagonal bisa Anda cegah bahkan sebelum proses pengerjaan dimulai.

    Cara Mengatasi Tembok Retak

    Tak harus mahal! Mengetahui cara mengatasi tembok retak yang tepat tentu akan membantu Anda untuk menghemat banyak biaya. Cek beberapa langkah mudah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi tembok retak di rumah berikut ini

    1. Cari tahu penyebab tembok retak

    Sebelum mengatasi tembok retak, pastikan Anda telah memahami betul apa faktor penyebab sebenarnya. Sebab teknik yang dilakukan nantinya akan disesuaikan dengan penyebab tembok retak. Cari tahu juga tingkat keparahan retakan yang mungkin terjadi, apakah sudah menjalar sampai bata atau hanya di permukaannya saja.

    2. Amplas permukaan dinding sampai halus

    Setelah mengetahui penyebab pastinya, kini saatnya mulai pengerjaan. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memastikan bagian sekitar tembok yang retak sudah benar-benar halus dan rata. Sebelum mulai mengamplas, Anda bisa mengerik lapisan catnya terlebih dahulu dengan pisau ataupun sekrap. Amplas dinding sampai material pelapisnya menghilang sempurna.

    3. Bersihkan debu pada celah retakan

    Selain melakukan proses pengamplasan, sebaiknya bersihkan juga bagian dalam retakan yang mungkin berdebu. Cara mengatasi tembok retak dengan membersihkan permukaanya bisa Anda lakukan dengan kain lap basah agar kotorannya tidak menempel lagi nantinya.

    4. Tutup retakan tembok dengan tambalan yang tepat

    Bila retakan tembok tak terlalu parah, Anda bisa memanfaatkan wall filler untuk menambal celah yang terdapat pada dinding. Namun bila retakannya sudah dalam dan terlanjur parah, sebaiknya gunakan adonan semen dan pasir untuk menambal karena metode wall filler tidak lagi efektif.

    5. Cat ulang area sekitar dinding yang retak

    Setelah dinding tertambal, sempurnakan tahap finishing dengan mengecat ulang area sekitar tembok yang retak. Agar tampak senada, sebaiknya gunakan cat berwarna serupa dengan permukaan lainnya. Anda juga bisa mengoleskan cat plamir untuk membuat permukaanya tampak lebih halus.

    Setelah mengetahui penyebab, jenis, dan trik khusus, kini mengatasi tembok retak tentu bukan lagi hal sulit Walau demikian, usahakan untuk selalu berhati-hati agar kerusakan struktur bangunan lainnya juga dapat dihindari. Sebab, konstruksi bangunan yang kokoh akan membuat penghuni di dalamnya merasa tentram dan aman.

    Di samping aspek keamanan, pastikan juga Anda dan keluarga merasa nyaman berada di dalam rumah dengan perabot pendukung berkualitas. Sebagai toko furniture online juara di Indonesia, iCreate hadir dan siap membantu Anda untuk mewujudkan hunian idaman jadi nyata. Yuk temukan berbagai penawaran menarik khusus hari ini hanya di iCreate!

    Baca juga: TAHAPAN ACIAN DINDING YANG BIKIN TEMBOK MULUS, MUDAH!